Rabu, 30 April 2008
Jimi Hendrix Juga Main Video Porno Lho
Rekaman video berusia 40 tahun yang menampilkan sang legenda gitar mendiang Jimi Hendrix, telah ditemukan oleh seorang kolektor memorabilia musik rock.
Kolektor yang tak disebutkan namanya itu telah memberikan rekaman tersebut, yang menampilkan Hendrix yang tengah bersenang-senang dengan dua orang wanita berambut brunette, pada para pimpinan raksasa perusahaan film porno Vivid Entertainment, yang berencana untuk merilis rekaman video tersebut dalam bentuk DVD.
Para staf Vivid telah mendatangi Cynthia Plaster Caster, yang pernah membuat cetakan penis Jimi, untuk meyakinkan bahwa laki-laki dalam rekaman video tersebut adalah sang ikon rock tersebut.
Ia mengatakan, "Tak diragukan lagi. Itu adalah kemaluan Jimi Hendrix dan saya seharusnya tahu."
Cynthia dan groupie terkenal lainnya, Pamela Des Barres, memberikan usulan untuk rekaman DVD tersebut: Jimi Hendrix: The Sex Tape.
Sementara, wakil pimpinan Vivid, Steven Hirsch, merasa yakin bahwa film tersebut akan terkenal.
Ia mengatakan, "Film baru ini menunjukkan bahwa Jimi Hendrix adalah seorang bintang rock dan juga bintang film porno terkenal saat itu. Jelas terlihat bahwa ia tak hanya piawai memainkan gitar."
Hingga kini saya belum mendapatka video ini. Ada yang sudah melihat dan memilikinya, bagi dong. Video di atas memang bukan film yang dimaksud. Nah... ada yang tertipu?
Label:
jimmy hendrix,
kapanlagi,
music rock,
musik,
rusdiono
Whitesnake Comebacks!
Whitesnake kembali menggebrak kancah musik rock setelah lebih dari 10 tahun vakum tanpa album. Masih mengusung tema musik yang sama, album ke 11 ini di dominasi musik bercorak mid tempo ala Whitesnake. Ternyata di usia yang tak lagi muda, David Coverdale sang motor masih mampu menyuguhkan musik yang nendang abis!
Tengok saja lagu Best Years yang dijadikan lagu pembuka. Sound rhythm guitar dengan distorsi tebal mengawal ketat vokal garang David Coverdale yang masih sanggup menggapai nada-nada tinggi. Lagu yang mengambil warna sama dengan lagu Cryng in the Rain ini seolah menegaskan bahwa Whitesnake belum mati.
Ada juga Call on Me yang mengeksplorasi vokal David Coverdale yang ngerock dibalut warna soul dan blues yang kental. Atau Lay Down Your Love yang dibuka dengan acapella disusul riff gitar yang powerfull bernuansa mirip Still of the Night.
Pada A Fool in Love Coverdale seolah ingin membuktikan bahwa ia juga mampu membawakan lagu blues yang membutuhkan kontrol vokal lumayan berat. Sayangnya pada Got What You Need, Coverdale sempat keteteran. Lagu yang bertempo cepat ini sepertinya memaksa urat-urat leher Coverdale bekerja keras. Walaupun tak sebagus saat di Still of the Night, namun lolongan Coverdale yang khas masih cukup powerfull.
Di Summer Rain yang ngepop Whitesnake mencoba berkisah tentang cinta. Walaupun tidak terlalu nge-rock, namun lagu ini enak juga untuk didengar. Struktur lagu dan melodi yang sederhana membuat lagu ini jadi cepat diterima telinga. Sedang Till The End of Time yang menutup album ini didominasi rhythm guitar akustik berwarna southern music yang kental mengingatkan lagu Blaze of Glory milik Jon Bon Jovi.
Secara keseluruhan, album come back Whitesnake ini memang masih tetap berakar pada musik yang sama dengan album-album sebelumnya. Struktur lagu, pola riff dan melodi khas musik rock di era 80-an dikemas dengan mixing modern membuat album ini jadi layak dikoleksi.
Timothy Drury yang mengisi keyboard seakan meredam sound gitar Doug Aldrich dan Reb Beach yang bertekstur kasar namun tetap melodis itu. Sementara Uriah Duffy pada bass dan drummer Chris Frazier juga membuat rhythm section jadi hidup dan rancak.
Terlepas dari bagus atau tidak, yang jelas album ini jadi pernyataan Whitesnake bahwa mereka masih ada untuk para fans seperti yang ditulis Coverdale dalam lagu Summer Rain.
And of all the roads I've traveled
And all that I've been through
No matter where life takes me
Never far from you
The Forbidden Kingdom
Kembalinya Si Kera Sakti
Ini adalah film terbaru dari dua 'pendekar' film laga Hongkong Jackie Chan dan Jet Li. Bagi yang suka film-film laga Kung Fu nyesel kalau ndak menyaksikan film ini. Durasi fima ini sekitar satu setengah jam tayang. Film ini juga merupakan film kali pertamanya Jackie dan Jet Li bermain bareng. Laga di film ini merupakan pertemuan dan perpaduan dua karakter Kung Fu yang berbeda.
Flm ini diawali dari kisah Jason W
illiams (Michael Angarano) adalah seorang remaja asal Boston yang tergila-gila dengan ilmu bela diri Cina. Kegemaran Jason akan film -film silat Cina membuatnya sering keluyuran di pecinan untuk berburu film-film silat. Saat ia berada di toko Old Hop (Jackie Chan), secara tidak sengaja Jason melihat sebuah tongkat emas yang pernah ia lihat dalam mimpinya. Penasaran, ia pun mendesak Old Hop untuk memberitahu dari mana asal tongkat emas itu. Menurut Old Hop, seseorang meninggalkan tongkat itu pada kakeknya dan selama turun-temurun, Old Hop menunggu pemiliknya untuk datang mengambil.Sepulang dari toko Old Hop, Jason bertemu dengan segerombolan berandal yang kemudian tertarik untuk merampok toko Old Hop. Para berandal itu memaksa Jason untuk membawa mereka masuk ke toko Old Hop. Dalam peristiwa perampokan itu, Old Hop tertembak sementara Jason berhasil melarikan diri sambil membawa tongkat emas Old Hop. Sayangnya Jason kemudian terjatuh dari atap dan tak sadarkan diri.
Saat terbangun, Jason menyadari bahwa ia berada di tempat yang asing. Jason terlempar ke suatu tempat di daratan Cina tapi dalam masa lampau. Tongkat emas yang dibawa Jason menarik perhatian segerombolan tentara yang kemudian berusaha merebut tongkat itu dari tangan Jason. Untungnya seorang pendekar pemabuk bernama Lu Yan (Jackie Chan) lewat. Lu Yan kemudian menghajar semua tentara yang berusaha merebut tongkat di tangan Jason dengan jurus mabuk nya.
Dari Lu Yan, Jason mengetahui bahwa tongkat yang ia bawa adalah milik si Kera Sakti (Jet Li) yang saat itu sedang ditawan Panglima Giok (Collin Chou). Panglima Giok berhasil mengalahkan si Kera Sakti setelah menipunya untuk bertarung tanpa senjata. Sebelum Panglima Giok berhasil mengubah Kera Sakti menjadi patung batu, Kera Sakti berhasil melemparkan tongkatnya menembus dimensi agar tak bisa dimiliki oleh Panglima Giok. Menurut legenda, seorang pemuda asing akan membawa kembali tongkat itu pada si Kera Sakti dan membebaskannya dari kutukan.
Jason dan Lu Yan kemudian bertemu dengan Si Burung Gereja Emas (Liu Yifei) dan seorang biksu (Jet Li) yang juga sedang berusaha mencari Panglima Giok dengan alasan mereka masing-masing. Lu Yan yang semula enggan untuk ikut mencari Panglima Giok akhirnya juga ikut dan bahkan bersama si biksu, Lu Yan kemudian melatih Jason ilmu bela diri walaupun Jason harus babak belur dulu sebelum akhirnya mampu berkelahi dengan baik.
Dapatkah Jason membantu para pendekar itu membebaskan Si Raja Kera sekaligus kembali ke jamannya?
Film silat dengan bumbu humor ini memang layak jadi tontonan menghibur. Wajar saja karena 2 nama besar dalam film silat hongkong yang dipasang sebagai pemeran utama sudah bisa menjadi garansi bahwa film ini bakalan sukses di pasar. Walaupun jalan cerita yang diusung sebenarnya cukup mudah ditebak namun memasang pemeran yang sama untuk memerankan dua tokoh membuat penonton jadi berpikir. Sebenarnya yang terjadi tadi cuma mimpi atau benar-benar terjadi?
Pemain: Jet Li, Jackie Chan, Michael Angarano, Yifei Liu, Collin Chou, Bingbing Li,
Label:
china,
film,
jackie chan,
jet li,
the forbidden kingdom
Langganan:
Postingan (Atom)